Sabtu, 12 November 2022

Memahami Cache!!!

Oleh: Winarto
Pernahkan Anda mendengar istilah cache? Ya...istilah ini akrap bagi mereka yang sering berselancar dengan internet, baik dengan laptop, android ataupun PC. Pada dasarnya Cache merupakan ruang penyimpanan di hardware, software, atau browser yang menyimpan data sementara, yang kemudian digunakan untuk membantu mempercepat loading sistem, aplikasi, atau website. Pada saat kita membuka sebuah aplikasi atau website untuk pertama kali, cache akan mendownload dan menyimpan datanya. Lalu, saat kita membuka kembali aplikasi atau website tersebut, maka cache akan menampilkan informasi yang tadi sudah didownload agar kita tidak perlu menunggu lama
Jadi cache adalah proses yang dilakukan oleh sistem atau browser untuk menyimpan data atau informasi sementara agar proses loading menjadi lebih cepat. Sebagai contoh sederhana dapat daigambarkan seperti ini :
Apabila kita sedang mencari “Proses Entry Jurnal” di Google misalnya. Kemudian, kita membuka salah satu website yang belum pernah kita kunjungi sebelumnya. Awalnya, browser pasti akan membutuhkan waktu yang sedikit lama untuk memuat situs tersebut. Namun, ketika kita membuka website itu lagi, prosesnya akan lebih cepat karena datanya sudah disimpan di cache saat kita mengaksesnya di awal tadi.
Jadi, fungsi cache adalah agar user bisa mengakses informasi dengan lebih cepat, karena adanya data yang sudah tersimpan.
Apa sebenarnya manfaat chache tersebut ?
Manfaat cache yang paling utama tentunya adalah efisiensi waktu. Akses sistem dan website menjadi lebih cepat, serta bisa menghemat bandwidth karena tidak diperlukan lagi proses download data dari nol. Selain hal tersebut cache juga membantu mempercepat proses download file-file besar. Ketika kita mau mendownload file-file yang ukurannya terlalu besar dan membutuhkan loading yang lama, seperti file gambar yang berukuran relatif besar maka cache akan membantu mempercepat prosesnya. Mengapa demikian?  Karena cache masih menyimpan semua data yang kita butuhkan.
Menurut lingkungan penggunaanya, cache dibagi menjadi dua jenis, yaitu hardware cache dan software cache. Kemudian, jika dibagi lagi, software cache juga memiliki beberapa jenis, salah satunya adalah web cache.

Cache Hardware
Hardware cache adalah memori yang ada di dalam microprocessor dan merupakan komponen fisik dari prosesor itu sendiri. Cache hardware memiliki beberapa jenis, yaitu:
  1. CPU cache. Jenis ini digunakan oleh CPU komputer untuk menghemat waktu dan daya yang dibutuhkan untuk mengakses data dari memori utama.
  2. GPU cache. Hampir sama seperti CPU cache, GPU cache lebih spesifik untuk menyimpan file-file cache yang berkaitan dengan grafik/gambar.
  3. DSP cache. Cache ini menyimpan hal-hal yang berkaitan dengan DSP, yang merupakan singkatan dari Digital Signal Processors, yang menangkap sinyal-sinyal seperti suara, audio, video, suhu, dll.
Cache Software
Sebaliknya, software cache adalah ruang penyimpanan yang ada di dalam aplikasi atau program komputer untuk mempercepat fungsi spesifik dari program tersebut.
Berikut jenis software cache:
  1. Disk cache. Disk cache diperlukan untuk mempercepat proses penulisan dan pemuatan data oleh sebuah program.
  2. Web cache. Jenis ini dibagi menjadi dua, yaitu server-side cache dan client-side cache. Kemudian, server-side cache juga memiliki beberapa jenis, yaitu Full-page cacheDNS cacheCDN cacheObject cacheOpcode cache, dan Fragment cache. Untuk lebih jelasnya, silakan baca artikel kami tentang website cache.
  3. Memoization. Dalam komputasi, memoization adalah metode optimasi yang terutama digunakan untuk mempercepat program komputer dengan menyimpan hasil pemanggilan fungsi yang cukup berat.
Cache Browser
Kalau kita sering menggunakan Google Chrome, Mozilla Firefox, Microsoft Edge, atau aplikasi lainnya untuk browsing, semua aplikasi ini sebenarnya menyimpan cache. Fungsinya yaitu untuk mempercepat loading website agar ketika kita menggunakan browser tersebut untuk mengunjungi sebuah website lagi, aplikasi bisa menampilkan halaman web dengan lebih cepat.
Elemen yang disimpan oleh cache browser meliputi file HTML, CSS, Javascript, PHP, dan lain-lain. File cache ini menambah ukuran aplikasi browser yang Anda gunakan, sehingga mungkin Anda perlu menghapusnya secara rutin. 

Apakah Cache Perlu Dihapus?
Keberadaan cache di perangkat bisa menjadi keuntungan tersendiri bagi user, tapi juga bisa menimbulkan masalah kalau tidak dikelola dengan baik. Kelebihan cache adalah kita tidak perlu menunggu lama untuk membuka program atau website tertentu dan bisa menghemat waktu. Kelemahannya, data cache ini akan tersimpan pada memori internal perangkat, sehingga akan memakan tempat dan berdampak pada kecepatan perangkat, hingga kinerjanya pun menjadi lebih lambat. 
Agar semuanya tetap stabil, kita harus mengelola cache secara rutin. Kita bisa clear cache browser atau aplikasi secara berkala, misalnya seminggu sekali. Hal ini diperlukan agar perangkat kita bisa berjalan optimal kembali. Memilah data cache yang tidak diperlukan juga merupakan solusi agar memori yang terpakai tidak banyak tersita. 
Sumber: hostinger.co.id

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Featured Post

Menghilangkan Key Produck pada Microsoft

Oleh: Winarto Sobat semua, sering kali apabila kita menggunakan microsoft kita diminta untuk memasukkan kunci produk, agar semua fasilitas p...