Rabu, 16 Agustus 2023

Makna Kemerdekaan

Oleh: Winarto

Kemerdekaan dicapai melalui perjuangan yang panjang dengan memakan banyak pengorbanan, baik nyawa maupun harta, semua demi terwujudnya bangsa yang merdeka dan berdaulat, yaitu Indonesia. Apabila kita menengok kembali perjalan sejarah perjuangan bangsa, maka kita akan sadar betapa pentingnya kita mengisi kemerdekan Indonesia ini dengan sebaik-baiknya. Terdapat 6 negara asing yang pernah menjajah bangsa Inonesia.

1. Portugis (1509-1595)

Portugis merupakan negara yang pertama kali menjajah Indonesia pada 1509-1595. Mulanya, Portugis memang sudah mempunyai jaringan perdagangan yang besar di Malaka. Selanjutnya mereka menjalin kerjasama dagang dengan raja2x di Maluku dan Ternate. Dan mulaiah mengeruk kekayaan Inonesia melalui perdagangan rempah-rempah

2. Spanyol (1521-1529)

Masa penjajahan Spanyol berlangsung cukup singkat, sekitar 1521-1529 di tengah penguasaan Nusantara oleh Portugis. Kala itu, Spanyol juga menginjakkan kaki di Maluku dan bersekutu dengan Kerajaan Tidore.

3. Belanda (1602-1942)

Negara yang pernah menjajah Indonesia selanjutnya adalah Belanda. Bahkan, penjajahan dilakukan selama 350 tahun dan menjadi penjajahan terlama di Indonesia. Alasan utama penjajahan Belanda adalah untuk menguasai wilayah penghasil rempah-rempah. Belanda pun mengalahkan Portugis dan membangun bisnis di dalam negeri melalui perusahaan dagang mereka, Verenigde Oostindische Compagnie (VOC) pada 1602. Kebijakan culturstetsel dan politik devide at Impera sangat merugikan bangsa Indonesia.

4. Prancis (1806-1811)

Prancis menjadi negara yang pernah menjajah Indonesia ketika VOC Belanda mengalami krisis. Hal ini membuat Prancis sempat menguasai Nusantara. Raja Prancis Louis Napoleon pun menunjuk Marsekal Willem Daendels menjadi Gubernur Jenderal Hindia Belanda pada 1808. Masa kepemimpinan Daendels sangat kejam sampai mendapat berbagai kecaman. Salah satunya membangun jalan dari Anyer sampai Panarukan

5. Inggris (1811-1816)

Setelah mengalahkan Prancis, Inggris menjadi negara yang pernah menjajah Indonesia pada 1811-1816. Inggris melalui Stamford Raffles mulai menata Indonesia. Inggris menghapus sistem monopoli perdagangan yang pernah diterapkan Belanda. Begitu juga dengan sistem tanam paksa dan menggunakan sistem yang lebih adil. Raffles bahkan menunjuk bupati lokal menjadi bagian dari pemerintahan. Lalu melahirkan sistem sewa tanah. Selanjutnya, negara Eropa itu membagi kewilayahan di Pulau Jawa. Namun, belum rampung penataan itu, Belanda kembali datang. Belanda yang berhasil mengalahkan Inggris akhirnya menguasai lagi Indonesia.

6. Jepang (1942-1945)

Usai kekalahan di rangkaian Perang Dunia II, Belanda pun angkat kaki dari Indonesia. Jepang kemudian mengambil alih dan berjanji akan memerdekakan Indonesia. Nyatanya, Jepang justru menjajah Indonesia selama 3,5 tahun. Kendati singkat, namun kekejamannya tidak kalah dari Belanda. Jepang bahkan menerapkan sistem kerja paksa alias romusha terhadap rakyat Indonesia. Selain itu, Jepang juga membangun organisasi militer dan memaksa rakyat untuk ikut agar bisa menjadi sumber daya perang melawan Amerika Serikat dan sekutunya di Perang Dunia II. Negara yang pernah menjajah Indonesia ini akhirnya angkat kaki setelah Kota Hiroshima dan Nagasaki dibom AS pada 15 Agustus 1945. Momen ini digunakan para pejuang Indonesia untuk memproklamasikan kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945.

Mencermati dari perjalanan sejarah perjuangan bangsa tersebut, maka tugas kita sebagai generasi penerus bangsa adalah Melanjutkan Estafet perjuangan bangsa. Kalau dahulu para pahlawan gigih berjuang untuk merebut kemerdekaan, maka sudah sepantasnya kita sebagai generasi penerus bangsa wajib dan harus Gigih Berjuang Mengisi kemerdekaan bangsa. Bagaimana caranya?

  1. Belajar dan bekerja keras. Dengan mengoptimalkan segala potensi yang kita miliki kita harus mampu membangun bangsa menjadi bangsa yang kuat dan mandiri. Kta harus mampu berkreasi dan berinovasi sesuai dengan bidang keahlian kita masing-masing. Yakinlah kita mampu, asal memiliki kemauan yang kuat. Problematika : masih banyak generasi muda bahkan pelajar yang malas, tidak menghargai waktu, artinya tidak menggunakan kesempatan dengan sebaik-baiknya.
  2. Menjaga dan melestariskan nilai-nilai luhur bangsa yang membuat persatuan dan kesatuan bangsa semakin KOKOH. Apa saja salaing menghormati, saling menghargai dan mengembangkan sikap toleransi dalam semua aspek kehidupan.
  3. Meningkatkan rasa cinta tanah air dan bangsa. Bagaimana caranya? Gunakan produk dalam negeri, taat dan patuh pada peraturan. Semuanya akan menciptakan bangsa yang semakin kuat dan kokoh. Kita harus mulai dari diri kita dan kita harus mampu sebagai contoh yang baik bagi orang lain.

Akhirnya marilah kita menyatukan tekad, membenahi diri untuk menata masa depan yang lebih baik, sehingga Indonesia dapat menjadi negara yang dapat diperhitungkan oleh dunia.

Related Post:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Featured Post

Lima Perkara Yang Tidak Boleh Ditunda Tunda

Oleh: Winarto Setiap manusia memiliki takdir kematian yang tidak mengenal usia muda ataupun tua. Tidak pula mengenal jenis kelamin baik pere...