Selasa, 11 Juli 2023

Menjaga Hati

Oleh: Winarto
Esensi dari kehidupan manusia adalah beribadah kepada Alloh SWT. Dan sumber diterimanya amalan kita tidak lain tidak bukan adalah pada NIAT yang ada di hati kita. Hati atu qolbun memiliki peran yang sangat esensial. Qolbu merupakan sesuatu yang paling utama, karena hati atau qolb merupakan penggerak dari semua tindakan manusia baik yang berkaitan dengan masalah kehidupan duniawi maupun kehidupan uhkrowi. Untuk hal tersebut maka pentingnya kita selalu mengingat dan menyadari bahwa apa yang akan kita perbuat haruslah untuk mencari ridho Alloh SWT. Hati kita perlu kita jaga agar tetap lurus.
Rasulullah SAW pernah bersabda,’Ingatlah, dalam tubuh manusia itu ada segumpal daging. Kalau segumpal daging itu baik, maka akan baiklah seluruh tubuhnya. Tetapi, bila rusak, niscaya aka rusak pula seluruh tubuhnya. Segumpal daging itu bernama qolbu.” (HR Bukhari dan Muslim).

Hadits tersebut bermakna pentingnya menjaga amalan melalui niat yang ada di hati. Mengapa harus dijaga? Karena sifat hati manusia itu bisa berubah-ubah. Karena sifatnya yang berubah-ubah maka yang menentukan sholeh tidaknya seseorang tergantung dari qolbun-nya. Hati kita harus tetap kita jaga takut kepada Alloh dan amal yang kita lakukan harus kita jaga keikhlasannya. Hanya dengan hal tersebut hidup kita akan selamat, baik di dunia maupun di akhirat. Mengenai hal tersebut maka kita mengenal beberapa jenis hati manusia, yaitu:

1. Qolbun Maridhun, merupakan hati yang mati. Ciri orang yang hatinya mati adalah dirinya diliputi oleh rasa iri, dengki kepada sesama manusia. Pekerjaannya hanya mencari kesalahan orang, menyingkap aib orang lain. Orang munafik juga dalat digolongkan pada kelompok yang hatinya mati.

Di dalam Qolbun Maridh, terdapat mahabbah; kecintaan kepada Allah dan keimanan, keikhlasan serta tawakal kepada-Nya. Namun di sisi lain, terdapat rasa cinta terdapat hawa nafsu, sering muncul ketamakan untuk meraih kesenangan, mementingkan kehidupan di dunia dan lain sebagainya. Tidak jarang pula sering bersikap dan berperilaku sombong, ujub dan takabur. Inilah mengapa orang-orang ini sering disebut hatinya sakit. Apakah bisa disembuhkan. Ya... sangat bisa ketika lingkungan keluarga atau teman dekatnya selalu memberikan sentuhan nilai-nilai agama saya kita tidak mungkin untuk tidak berubah.
Sesungguhnya hati itu berkarat seperti besi. Cara membersihkannya dengan istighfar dan mengingat Allah [dzikrullah]

2. Qolbun Mayyitun, atau hati yang mati. Orang yang hatinya mati akan selalu meolak kebenaran dari Alloh SWT. Jangankan beribadah, Hidupnya hanya dipenuhi oleh hasrat untuk mengumbar hawa nafsunya. Perbuatan buruk dan keji menjadi hobinya, yang penting nafsu terlampiaskan. Hatinya sudah tertutup. Ciri utama pemilik Qolbun Mayyit adalah menolak kebenaran dari Allah Azza wa Jalla dan selalu gemar berlaku dzalim terhadap sesama. “Dan siapakah yang lebih dzalim daripada orang yang yang telah diperingatkan dengan ayat-ayat dari Tuhannya lalu ia berpaling daripadanya dan melupakan apa yang telah dikerjakan oleh kedua tangannya? Sesungguhnya kami telah meletakkan tutupan diatas hati mereka (sehingga mereka tidak) memahaminya, dan (kami letakkan pula) sumbatan di telinga mereka. Dan kendatipun kami menyeru mereka kepada petunjuk, niscaya mereka tidak akan mendapat petunjuk selama-lamanya.” (QS. Al Kahfi [18]:57)

3. Qolbun Salimun, hati yang selamat. qalbun salim adalah hati yang sehat dan memiliki kesempurnaan serta kekuatan mendorong pemiliknya melakukan apa yang menjadi tugas dan fungsinya sesuai maksud penciptaan. Dalam hal ini fungsi hati yang paling utama adalah mengenal Allah (keimanan) lalu menggerakkan si pemilik hati untuk mewujudkan keimanannya itu dalam sikap-perilaku konkret dalam kehidupan sehari-hari.

Orang yang tergolong qolbun salim akan memiliki hati yang bersih, suci, terbebas dari penyakit-penyakit hati seperti syirik, kufur dan kemunafikan. Hatinya selalu tergerak untuk selalu tunduk dan patuh kepada aturan Alloh SWT. Oleh karena itu dalam kehidupan sehari hari orang-orang yang tergolong dalam kelompok ini amalannya selalu diisi dan dipenuhi dengan amal sholih. Sikap dan perilakunya pun selalu dijaga dari perbuatan dosa. Kata Qolbun Salim disebut di dalam Alquran surat al Syu'ara ayat 89.
إِلَّا مَنْ أَتَى ٱللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ
kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih

Tafsirnya yaitu: Di sisi Allah, harta dan anak tidak berguna bagi seseorang, kecuali orang yang datang dengan hati yang bersih, tidak melakukan kesyirikan, kemunafikan, ria dan kesombongan, sebab ia akan mendapatkan manfaat dari harta yang ia infakkan di jalan Allah, dan doa anak-anaknya yang selalu mendoakan dirinya

4. Qolbun Muthmainah. Qolbun Muthmainah merupakan hati yang pasrah, tenang dan tentram. Ini dimiliki oleh orang-orang Mukmin, yakni orang yang penuh dengan keimanan. Qalbun muthmainnah ditunjukkan oleh Q.S. Ar-Ra’du (13) 28.

الَّذِينَ امَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكْرِ اللهِ أَلاَبِذِكْرِ اللهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ,

“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dan tenang dengan mengingat Allah. Ingatlah, Hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.”

Selanjutnya bagaimana kita menjaga agar hati kita tergolong dalam qolbun salim atau qolbun Muthmainah? Ya dengan cara selalu istigfar dan dzikrulloh, gemar mengikuti kajian-kajian Islam, berkumpul dengan orang-orang sholih dan lain sebagainya. Hindari sikap dan perilaku yang dapat merusak hati kita. Terdapat beberpa hal yang dapat merusak hati kita, yaitu :
  1. Sengajaja Berbuat Dosa, dengan harapan nanti bisa bertaubat. Orang yang gemar melakukan perbuatan dosa dapat menyebabkan hati menjadi sakit, bahkan hati menjadi Mati. Dalam benaknya dia ber
  2. Berilmu tapi TIDAK Beramal. Menuntut ilmu adalah wajib bagi setiap muslim, namun perlu dipahami bahwa apa yang telah kita pelajari haruslah diamalkan dalam bentuk tindakan yang nyata. Baik ilmu agama maupun ilmu dunia.
  3. Beramal tetapi Tidak Ikhlas. Kunci duterimanya amal ibadah adalh ikhlas. Namun dalam perjalan waktu untuk mewujudkan ikhlas dalam bermal tidaklah mudah. Perlu kesadaran dan latihan yang serius. Tantangan utama dari ikhlas beramal ini adalah riya, pamer, yang menyebabkan amalan kita menjadi batal. Itu semua sumbernya pada qolbun kita.
  4. Sadar Menerima Rezeki dari Alloh SWT, tetapi Tidak pernah bersyukur. Bentuk syukur atas rezeki dari Alloh SWT dapat dalam bentuk lisan maupun amalan. Orang yang tidak pernah besyukur akan nikmat atau rizeki dari Alloh menyebabkan hati menjadi rusak atau mati.
  5. Tidak Ridho akan Ketentuan Alloh. Dalam menjalani proses kehidupan sudah dipastikan kita akan mengalami silih bergantinya kehidupan kita, kadang senang, susah, kecewa dan lain sebagainya. Sebagai hamba yang beriman tentunya kita harus menerima dan menjalani setiap situasi dan kondisi yang meenimpa kita. Belajar menerima ketetapan Alloh akan menyebabkan hati menjadi tentram.
  6. Orang yang menguburkan mayat, tetapi TIDAK pernah mengambil pelajaran darinya. Pelajaran utama dari peristiwa tersebut adalah bahwa kita sebagai makhluk Alloh akan mengalami yang namanya kematian. Oleh karena itu tugas kita adalah menyiapkan bekal untuk kematian tersebut. Orang yang tidak menyadari akan hal tersebut, tentunya akan membuat hati menjadi rusak. Mereka menganggap bahwa kehidupan dunia bersifat kekal, sehingga lupa akan bekal untuk kehidupn akhirat.

Semoga bermanfaat!!!

Related Post:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Featured Post

Lima Perkara Yang Tidak Boleh Ditunda Tunda

Oleh: Winarto Setiap manusia memiliki takdir kematian yang tidak mengenal usia muda ataupun tua. Tidak pula mengenal jenis kelamin baik pere...