Sabtu, 21 Februari 2026

Doa, Ikhtiar dan Tawakal

Oleh: Winarto
Perkembangan peradaban manusia telah mengubah pandangan manusia dalam menggapai cita-citanya. Selain hal tersebut tantangan kehidupan dan persaingan yang semakin ketat menuntut kita ummat manusia untuk terus berjuang dan berjuang. Dan Alloh SWT, Tuhan yang Maha Kuasa akan memberikan kepada siapa saja yang mau berjuang dengan sungguh-sungguh tanpa memandang mereka beriman ataupun tidak beriman. Di sinilah kita memahami betapa Maha Adilnya Alloh SWT.
Hal tersebut sangat sesuai dengan firman Alloh SWT dalam surat Ara’du (13) ayat 11:

إِنَّ اللهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ

"Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri." (Q.S. Arra’du (13) : 11)

Ayat ini menegaskan kepada kita akan arti pentingnya berikhtiar dalam menjalani kehidupan ini. Ayat ini juga memberi dorangan kepada manusia untuk tidak menyerah pada keadaan, melainkan hidup dengan harapan dan keyakinan bahwa perubahan ke arah yang lebih baik SANGAT mungkin terjadi. Nasib buruk tidak akan berubah menjadi baik tanpa ada usaha nyata untuk memperbaiki diri. Meskipun Allah menentukan takdir, manusia diwajibkan berusaha, dan usaha tersebut adalah kunci yang mengiringi ketetapan Allah. Selain hal tersebut Allah SWT tidak menghendaki hambanya bermalas-malasan, namun sebaliknya Alloh SWT menghendaki hambanya untuk berjuang keras menggunakan akal dan pikiranya untuk memecahkan persoalan-persoalan hidup yang dihadapi.
Hal tersebut tentunya sangat berkaitan dengan 3 faktor penting yang harus dilalui manusaia dalam menjalani kehidupan yang fan aini, yaitu DOA, Usaha (Ikhtiar) dan Tawakal.
Doa merupakan bentuk penghambaan pada Allah SWT dengan memohon pertolongan, petunjuk, dan kemudahan dalam segala urusan. Doa menjadi cara bagi manusia untuk menunjukkan ketergantungannya pada Allah dan memperkuat ikatan spiritual dengan-Nya. Dalam surah Al Ghofir ayat 60 Alloh SWT telah berfirman:

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُوْنِيْٓ اَسْتَجِبْ لَكُمْۗ اِنَّ الَّذِيْنَ يَسْتَكْبِرُوْنَ عَنْ عِبَادَتِيْ سَيَدْخُلُوْنَ جَهَنَّمَ دَاخِرِيْنَࣖ ۝٦

Artinya : Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu (apa yang kamu harapkan). Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri tidak mau beribadah kepada-Ku akan masuk (neraka) Jahanam dalam keadaan hina dina.” (Q.S. Al Ghofir (59) : 60)

Tawakal dalam bahasa Arab berasal dari kata توكل yang berarti berserah diri sepenuhnya pada Allah SWT setelah berikhtiar dan berdoa. Tawakal bukan berarti pasrah tanpa usaha, tetapi menyerahkan hasil akhirnya pada Allah SWT dengan penuh keyakinan bahwa segala sesuatu yang terjadi adalah yang terbaik. Alloh SWT telah berfirman dalam Surah Al Ahzab (33) : 3:

وَّتَوَكَّلۡ عَلَى اللّٰهِ‌ ؕ وَكَفٰى بِاللّٰهِ وَكِيۡلًا‏

"Dan bertawakallah kepada Allah. Cukuplah Allah sebagai pelindung." (QS. Al-Ahzab: 3).

Atas dasar hal tersebut di atas maka Ikhtiar, doa, dan tawakal merupakan 3 pilar utama manusia dalam menjalani kehidupannya. Ketiganya memiliki hubungan yang sangat erat dan tidak dapat dipisahkan. Ketiganya membentuk satu kesatuan yang utuh dalam menghadapi berbagai tantangan hidup.

Semoga bermanfaat…!!!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Featured Post

Olahraga di Usia 50-an

Oleh; Admin Memasuki usia 50 tahun, tubuh mengalami berbagai perubahan yang alami. Fungsi organ dan massa otot mulai menurun, sementara risi...