Puasa Ramadhan merupakan Upaya untuk membersihkan hati dan jiwa manusia. Sehingga Rohani kita menjadi sehat. Jiwa atau Rohani yang sehat akan merasa tenang, memiliki pikiran yang jernih selalu husnudhon dengan ketetapan Alloh. Hati dan pikiran jauh dari sikap sombong, iri hati, dengki dan sejenisnya.
Atas hal tersebut, penting bagi kita untuk selalu menjaga hati dan pikiran agar hidup kita selamat baik di dunia dan di akhirat. Puasa Ramadhan merupakan sarana yang sangat efektif dalam membentuk jiwa yang sehat, hati yang sehat. dalam sebuah hadits disebutkan sebagai berikut:
أَلاَ وَإِنَّ فِي الْجَسَدِ مُضْغَةً، إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ، وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ، أَلاَ وَهِيَ الْقَلْبُ. رواه البخاري ومسلم.
“Ketahuilah, sesungguhnya di dalam tubuh terdapat segumpal daging. Jika segumpal daging itu baik, maka baiklah seluruh tubuhnya, dan jika segumpal daging tersebut buruk, maka buruklah seluruh tubuhnya. Ketahuilah, segumpal daging itu adalah hati.” (HR Bukhari dan Muslim).
Imam al-Muhâsiby menjelaskan factor yang menyebabkan rusaknya hati manusia ada dua, yaitu : meninggalkan muhâsabah diri dan tertipu dengan panjangnya ambisi (Panjang angan-angan). Muhasabah atau instrospeksi diri merupakan Upaya untuk menta hati, pikiran, sikap dan perilaku kita agar lebih baik, dengan cara melihat apa yang telah kita perbuat apakah bernilai ibadah atau maksiat. Perilaku kita apakah mengendalikan hawa nafsu ataukah sebaliknya.
Yang Kedua yang merusak hati adalah panjangnya ambisi atau angan-angan. Tindakan ini menyebabkan manusia menjadi serakah, menghalalkan segala cara. Tindakan ini tentunya menyebabkan diri kita dan orang lain menjadi celaka.
Terdapat 3 Jenis hati manusia:
- Qolbun Salim.(Hati yang Sehat, Selamat) Qalbun Salim artinya hati yang sehat, selamat, suci, dan ikhlas dalam segala gerak, pikiran, perasaan, perbuatan, dan lain sebagainya. Kriteria hati yang salim adalah hati yang selalu tunduk dan patuh pada Robbnya (Alloh SWT) dan terbebas dari segala penyakit hati seperti hasad, ujub, riya’, dan semacamnya. Sikap dan perilakuknya diliputi dengan keikhlasan dan kelembutan.
- Qolbun Maridh (Hati yang Sakit). Hati yang sakit (Qolbun Maridh) adalah hati yang di dalamnya terdapat keimanan, tetapi bercampur aduk dengan kesyirikan. Di dalamnya terdapat kecintaan kepada Allah, tapi juga masih mencintai kemaksiatan. Hati ini masih hidup, tetapi di dalamnya terjangkiti virus yang mematikan. Kriterianya kurang ikhlas dalam beramal, selalu iri-dengki kepada orang lain, merasa hebat, menyimpan dendam, suka pamer, gila kehormatan dan kekuasaan.
- Qolbun Mayyit. (Hati yang Mati). Hati yang mati, menurut Ibnul Qayyim al-Jauziyah rahimahullah, adalah hati yang tidak mengenal Tuhannya, tidak beribadah kepada-Nya, tidak taat, suka maksiat, dan selalu menuruti nafsu syahwat. Hati yang mati ini selalu menghamba pada hawa nafsunya. Kritiria manusia yang hatinya mati ini diantaranya Hawa nafsu telah menjadi imamnya, syahwat menjadi penuntunnya, kebodohan menjadi pengendalinya, dan kelalaian telah menjadi kendaraannya.
Akhirnya marilah kita senantiasa untuk selalu berintrospeksi menata hati, pikiran, sikap dan perilaku kita menjaga hati kita tetap menjadi qolbun salum, qolbun syakirun. Kita jadikan Ramadhan sebagai memontem untuk membersihkan diri agar kehidupan kita selamat dunia dan akhirat. Aamiin ya robbal alamin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar