Sabtu, 24 Oktober 2020

Bisnis Start Up

Oleh: Winarto
Apa itu startup? Start up secara literasi berarti rintisan, sedangkan Bisnis Startup pada dasarnya sebuah perusahaan yang berjalan dibawah 5 tahun alias perusahaan yang baru saja dirintis. Menurut wikipedia, startup adalah perusahaan yang belum lama beroperasi. Oleh karena  itu startup sering disebut sebagai perusahaan rintisan. Tapi permasalahannya adalah, apakah setiap perusahaan yang baru berdiri dapat dikategorikan sebagai bisnis start up? Tentu saja tidak. Ada beberpa kriteria sebuah rintisan bisnis masuk dalam kategori Bisnis Startup.

Bisnis Start up adalah sebuah usaha yang baru berjalan dan menerapkan inovasi teknologi untuk menjalankan core business-nya & memecahkan sebuah masalah di masyarakat. Bisnis ini lebih mengutamakan ide-ide baru dan memberi solusi permasalahan bagi konsumen. Sehingga pelanggan atau konsumen dapat mengalami kepuasan

Bisnis startup memiliki sifat yang disruptive alias ‘menganggu’ di sebuah industri yang sudah ada. Contohnya saja di dunia transportasi di Indonesia. Sebelum kehadiran layanan transportasi online saat ini, salah satu para pemain di industri transportasi adalah Taksi Konvensional. Untuk mudahnya, ciri – ciri perusahaan baru yang bisa disebut sebagai perusahaan startup antara lain:
1.   Memiliki ide yang sangat inovatif & disruptiv.
    2.   Memiliki mobile application untuk mendukung core businessnya.
    3.   Sedang menjalani program – program dari investor, seperti akselerator atau inkubasi.
    4.   Memiliki growth bisnis yang sangat cepat dibanding perusahaan – perusahaan lainnya.
    5.   Masuk ulasan di media – media yang memang khusus mengulas startup. 
6.   Masuk jangkauan radar investor.

Bagaimana mendirikan dan mengelola bisnis start up agar dapat berhasil:

1. Buat road map (peta jalan) tentang usaha secara jelas dan tegas. Peta jalan bisnis merupakan factor yang sangat penting, agar bisnis yang dijalankan tetap focus pada tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan. Demikian juga roadmap bisnis akan membantu sebagai control internal dalam usaha bisnisnya.

2. Perlu menggandeng pihak yang berpengalaman sebagai mentor bisnis. Mentor menjadi sangat penting, utamanya untuk memberikan solusi efektif dari setiap problem yang ditemui saat menjalankan bisnis start up. Mentor yang berpengalaman juga akan membantu dalam merumuskan strategi yang efektif, sehingga langkah bisnis yang diambil akan efektif pula.

3. Manfaatkan dan optimalkan penggunaan teknologi untuk mengembangkan bisnis. Di era industry 4.0 pemanfaatan teknolgi dan informasi menjadi wajib dan mutlak. Tanpa teknologi tentunya bisnis ini tidak akan dapat berjalan dengan baik. So…penguasan teknologi terbarukan menjadi sangat urgen untuk dikuasai oleh para pelaku bisnis start up ini.

4. Buat tim yang solid untuk menjalankan usaha bisnis. Tim yang kompak merupakan salah satu kunci skes bisnis strart up. Karena pada intinya bisnis akan lebih kuat apabila dijalankan dengan tim, bukan secara individual. Dengan adanya tim yang kuat berbagai potensi yang ada pada setip anggota tim dapat disatu padukan untuk membangun bisnis yang lebih kuat.

5. Gandheng investor yang kuat. Untuk mendukung operasinal bisinis diperlukan modal yang kuat. Solusinya adalah dengan menggandeng investor yang kuat dan dapat dipercaya.

Sumber: cohive.space/blog  
               jurnal.id

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Featured Post

Lima Perkara Yang Tidak Boleh Ditunda Tunda

Oleh: Winarto Setiap manusia memiliki takdir kematian yang tidak mengenal usia muda ataupun tua. Tidak pula mengenal jenis kelamin baik pere...