Sabtu, 07 Maret 2020

Tantangan Bisnis di Era Revolusi 4.0

Revolusi Industri 4.0, sangat identik dengan digitalisasi dalam semua aspek kehidupan, atau dapat disebut dengan era digital. Artinya Era digital telah memulai masanya! konsekwensinya kita juga harus bisa bangkit dan ikut bersama di dalamnya! Kenapa seperti itu?! Karena banyak tantangan yang menanti, jika tidak bersiap diri maka segera siapkan peti mati untuk semua yang kamu cintai. Karena Era digital ini sangat kejam, untuk mereka yang tidak mampu menguasainya.Yang menjadi masalah revolusi industri 4.0 di Indonesia adalah memang karena sumber daya manusia nya yang tidak memadai untuk bisa menguasai. 
Karena dengan hadirnya era digital ini, era perdagangan bebas pun juga telah dimulai, dimana akan banyak membuka  peluang dan tantangan yang juga tidak bisa dibilang sedikit yang akan di hadapi dalam era digital ini. 

Tantangan yang lain kemudian muncul mengancam, seperti kita ketahui daya juang masyarkat Indonesia untuk menjalankan bisnis digital sangatlah rendah, hal itu bisa kita lihat dari sedikitnya para raksaksa e-comerce yang ada di Indonesia, hal buruk ini juga bisa jadi ditunjang dari segi pendidikan. Dimana masyarakat kita masih belum bisa menerima teknologi digital dan pemanfaatanya dengan penuh dan sempurna. Padahal dengan turun mengikuti arus era digital ini, mereka akan mendapatkan Kebebasan dan kecepatan informasi yang mereka butuhkan. Itulah yang kemudian menjadi tantangan besar bagi Indonesia, dimana tantangan teknologi informasi yang sudah menyebar penuh di seluruh dunia, masih harus terhambat karena kualitas sumber daya manusia yang masih rendah.  

Pada era digital 
yang kita percayai akan memberikan dampak baik bagi Indonesia ini, masih belum terealisasi dengan baik. Padahal kita ketahui bersama peluang merupakan sebuah berita yang sangat baik bagi para pengembang bisnis, dalam hal ini msayarakat, Tapi masyarakat kita belum mampu menjalankan peluang itu. Selain tantangan di atas yang belum bisa dijalankan dengan baik, berikut di bawah ini adalah daftar tantangan era digital yang benar-benar harus kita waspadai.
#1. Transformasi Digital 
Tantangan ini juga menjadi masalah industri 4.0 di Indonesia di mana transformasi digital yang setiap harinya semakin hari semakin maju  dan canggih, namun belum bisa ditangani dengan baik oleh masyarakat Indonesia pada umumnya. Padahal jika bisa dimanfaatkan dengan baik, tranformasi digital ini akan sangat  banyak membawa keuntungan dan manfaat untuk perkembangan dunia bisnis yang mereka jalani. Dimana dengan terjadinya transformasi digital ini, akan memberikan manfaat seperti :
a.     Menghemat Waktu
b.     Menghemat Tenaga
c.     Menghemat Biaya dan
d.     Dengan hasil yang cukup maksimal 

Keterbatasan masyarakat Indonesia dalam menguasai tantangan ini karena mereka berlama-lama dan menunda untuk mengubah cara-cara lama atau kuno. Bahkan mereka tidak berminat sama sekali dengan tingginya transformasi digital. 
Hal ini menjadi PR besar bagi pemerintah untuk mengayomi dan dan memberikan arahan  kepada masyarakat tentang tantangan di era digital ini. Sebagai pemerintah yang baik dan berkuasa, tentu tidaklah sulit melakukanya. Cara yang bisa dilakukan pemerintah adalah dengan sosialiasi ke masyarakat melalui banyak program kerja, yang melibatkan banyak element khusus juga, agar bisa mengatasi tantangan teknologi informasi  

#2. Kecepatan 
Tantangan selanjutnya dari masalah industri 4.0 di Indonesia adalah kecepatan. Masyarakat kita yang menjadi pembisnis dituntut untuk memberikan layanan serta produk harus serba cepat, tepat dan praktis. Untuk tantangan yang ini mungkin Indonesia patut berbangga, karena tantangan ini sedikit sudah terjawab dengan banyaknya layanan produk dan jasa yang siap sedia, seperti misalnya ojeg online dan pengiriman paket. Namun tantangan ke depan tentunya tidak sesempit itu. Bisnis baik yang berorientasi pada profit maupun NON profit, tentunya juga membutuhkan pengelolaan yang efektif, sehingga mampu melayani konsumen dengan cepat dan akurat. Dunia usaha dan Industri sebagai pelaku utama dalam kancah tersebut, tentunya harus mampu membaca berbagai kemungkinan yang mungkin terjadi di masa mendatang, sehingga mampu dipersiapkan solusi yang efektif agar bisnis tetap bisa eksis. Jika masyarakat Indonesia tidak bisa beradaptasi dengan tantangan revolusi industri 4.0 mungkin Seluruh bidang usaha baik usaha jasa dagang dan industri akan dikuasai pihak asing, yang lebih siap membangunnya. 

#3. Sumber Daya Manusia 
Tangtangan yang sebenarnya muncul dari sumber daya manusia itu sendiri, adalah Sumber Daya Manusia yang berkualitas, SDM yang mampu menghadapi dan menjawab tantangan jaman..Untuk mencapai hal tersebut, dibutuhkan SDM yang memiliki soft skill seperti diantaranya memecahkan masalah yang kompleks, berpikir kritis, kreativitas, manajemen manusia, berkoordinasi dengan orang lain, kecerdasan emosional, penilaian dan pengambilan keputusan.
Hal tersebut memiliki artian dimana soft skill menjadi salah satu faktor paling penting untuk dimiliki para tenaga kerja  di masa depan, seperti kemampuan berkomunikasi dan bekerja sama dengan orang lain, memecahkan masalah, serta aspek kecerdasan emosional lainnya. Pada umumnya, industri menekankan kebutuhan akan karyawan yang bisa terus belajar, cepat beradaptasi dan paham akan teknologi.

#4. Perubahan pola konsumsi berbasis otomatisasi teknologi 
Kompetisi di Revolusi Industri 4.0 tak sekadar manusia vs. mesin. Tenaga kerja pun kini harus bersaing dengan perangkat komputer yang dibekali kecerdasan artifisial. Untuk industri perbankan, misalnya, banyak yang memprediksi akan ada pemangkasan tenaga kerja hingga 30% dalam lima tahun ke depan. Belum lagi pertumbuhan perusahaan fintech yang kian melesat beberapa tahun terakhir. Bukan tidak mungkin transaksi perbankan konvensional akan tergantikan sepenuhnya oleh platform.
Hal ini menandakan bahwa perubahan pola konsumsi berbasis otomatisasi teknologi memang semakin memudhkan pengguna. Namun di sisi lain turut mematikan industri atau pekerjaan tertentu.

#5. Jumlah tenaga ahli yang belum memenuhi kebutuhan perusahaan
Kebutuhan tenaga kerja yang memiliki keahlian terus meningkat. Sayangnya, keterampilan tenaga kerja Indonesia dinilai belum siap untuk menghadapi Revolusi Industri 4.0, mengingat sekitar 70% tenaga kerja memiliki pendidikan setara SMP. Pendidikan berbasis keterampilan dan kejuruan yang sesuai dengan target Revolusi 4.0 mutlak dibutuhkan demi memaksimalkan penyerapan tenaga kerja di masa yang akan datang.
Revolusi Industri 4.0 bukan hanya monopoli perusahaan besar. Industri kecil dan menengah pun wajib menerapkan teknologi agar dapat bersaing di pasar bebas. Salah satu cara industri kecil untuk mengejar kemajuan di era Revolusi Industri 4.0 adalah dengan mengimplementasikan perangkat berbasis teknologi untuk merekam seluruh data keuangan serta memudahkan penghitungan pajak.

Referensi:
www,winstarlink.com
www.finata.id


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Featured Post

Menghilangkan Key Produck pada Microsoft

Oleh: Winarto Sobat semua, sering kali apabila kita menggunakan microsoft kita diminta untuk memasukkan kunci produk, agar semua fasilitas p...