Minggu, 10 Maret 2024

Mengenal Kalender Hijriah

Oleh: Winarto
Kalender Islam, atau yang dikenal sebagai Kalender Hijriah, memiliki 12 bulan yang berbeda dengan kalender Masehi. Dasar Penentuan Kalender Hijriah. Kalender Hijriah didasarkan pada siklus sinodis bulan, yaitu periode waktu yang dibutuhkan bulan untuk kembali ke posisi yang sama relatif terhadap matahari dan bumi. Siklus ini berlangsung selama 29,53 hari. Berikut adalah beberapa metode yang digunakan untuk menentukan awal bulan dalam kalender Hijriah:
  1. Rukyatul Hilal : Metode ini didasarkan pada pengamatan hilal, yaitu bulan sabit muda pertama yang muncul setelah bulan baru. Pengamatan dilakukan oleh petugas khusus di beberapa lokasi di negara Islam. Jika hilal terlihat, maka bulan baru telah dimulai.
  2. Hisab : Metode ini didasarkan pada perhitungan astronomis untuk menentukan posisi bulan. Perhitungan ini memperhitungkan berbagai faktor, seperti posisi matahari, bulan, dan bumi.
  3. Kombinasi Rukyat dan Hisab : Metode ini menggabungkan pengamatan hilal dan perhitungan astronomis. Di Indonesia, Kementerian Agama menggunakan metode ini untuk menentukan awal bulan Hijriah.
Penting untuk dicatat bahwa: Kalender Hijriah tidak selalu sama dengan kalender Masehi karena siklus bulan tidak sama dengan siklus matahari. Ada perbedaan pendapat di antara para ulama tentang metode terbaik untuk menentukan awal bulan Hijriah. Di beberapa negara Islam, pemerintah menggunakan metode Hisab untuk menentukan awal bulan Hijriah, sedangkan di negara lain, mereka menggunakan metode Rukyatul Hilal.
Seperti halnya dalam kalender masehi, dalam kalender hijriah juga memiliki 12 bulan. Berikut adalah nama-nama bulan dalam kalender Islam beserta artinya:
  1. Muharram: artinya bulan yang disucikan
  2. Safar:  artinya bulan yang dikosongkan
  3. Rabiul Awal:  artinya Musim semi pertama
  4. Rabiul Akhir: artinya Musim semi kedua
  5. Jumadil Awal: artinya Musim kering pertama
  6. Jumadil Akhir: artinya Musim kering kedua
  7. Rajab: artinya Bulan pujian
  8. Syakban: artinya Bulan pembagian
  9. Ramadan: artinya Bulan penuh rahmat dan ampunan
  10. Syawal: artinya Bulan kemenangan
  11. Dzulqaidah: artinya Bulan duduk
  12. Dzulhijjah: artinya Bulan haji
Bulan-bulan dalam kalender Islam memiliki keistimewaan dan peristiwa penting masing-masing. Berikut adalah beberapa contohnya:
  • Muharram: Tahun Baru Islam dan Hari Asyura
  • Ramadan: Bulan puasa wajib bagi umat Islam
  • Syawal: Hari Raya Idul Fitri
  • Dzulhijjah: Hari Raya Idul Adha dan ibadah haji
Perlu dicatat bahwa kalender Islam didasarkan pada peredaran bulan, sehingga jumlah harinya berbeda dengan kalender Masehi yang didasarkan pada peredaran matahari. Tahun Hijriah terdiri dari 354 atau 355 hari, sedangkan tahun Masehi terdiri dari 365 atau 366 hari.

Sumber:
  • Wikipedia: Kalender Hijriah:
  • Detikcom: 12 Nama Bulan dalam Kalender Islam:
  • CNN Indonesia: 12 Nama Bulan dalam Kalender Islam
Semoga Bermanfaat

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Featured Post

Lima Perkara Yang Tidak Boleh Ditunda Tunda

Oleh: Winarto Setiap manusia memiliki takdir kematian yang tidak mengenal usia muda ataupun tua. Tidak pula mengenal jenis kelamin baik pere...