Jumat, 15 Mei 2020

Mengenal 3 Jenis Hati Manusia

Oleh: Winarto.
Salah satu tujuan hidup manusia adl meraih kemulian di hadapan Alloh. Mulia tidaknya bkn ditentukan oleh banyaknya harta, tingginya kedudukan pangkat, golongan dan lain-lain, tetapi derajat kemulian manusia ditentukan oleh seberapa besar kadar ketaqwaan kita kepada ALloh SWT. Sementara itu kadar ketaqwaan kita sangat ditentukan oleh bagaimana kondisi hati kita. Karena kita tahu, bahwa sikap dan perilaku kita sebagai manusia adalah cerminan dari siapakah diri kita sebenarnya, dan itu semua bersumber dari hati kita. Dalam Islam, hati seseorang dianggap sebagai penentu sifat, baik buruknya seseorang.
Dalam bahasa Arab, hati disebut dengan Qalbu. Hati memiliki peran penting pada akhlak seseorang karena merupakan tempat lahirnya perasaan. Di dalam Islam sendiri hati manusia dibagi menjadi 3 golongan:
1.   Hati yang bersih (Qolbun salim): hati yang selalu taat, bersyukur, tunduk dan patuh kepada Alloh. Amalannya penuh dengan keikhlasan dalam beribadah. Ini jenis hati yang selamat dan bersih. Apapun problem atau masalahnya dia tetap tenang dan anteng saja. Dari Shuhaib, ia berkata, Rasulullaah SAW bersabda: "Sungguh menakjubkan keadaan seorang mukmin. Seluruh urusannya itu baik. Ini tidaklah didapati kecuali pada seorang Mukmin. Jika mendapatkan kesenangan, maka ia bersyukur. Itu baik baginya. Jika mendapatkan kesusahan, maka ia bersabar. Itu pun baik baginya." (HR. Muslim)
2.  Hati yang mati (Qolbun Mayyit): hati yang selalu ingkar, kufur, menolak kebenaran. Amalan kehidupannya penuh dengan dosa dan maksiat. Allah Ta'ala berfirman: "Mereka tuli, bisu dan buta, maka tidaklah mereka akan kembali (ke jalan yang benar)." (QS Al-Baqarah: 18). Hati yang mati ini selalu menuruti keinginan nafsu dan kesenangan dirinya. Hawa nafsu menjadi pemimpinnya, syahwat sebagai komandannya, kebodohan adalah sopirnya, kelalaian adalah kendaraannya. Ia terbuai dengan pikiran untuk mendapatkan tujuan-tujuan duniawi, mabuk oleh hawa nafsu dan kesenangan semu
3.    Hati yang sakit (Qolbun Maridh): hati yang kurang menentu, kadang taat dan patuh, kadang kurang taat, malas beribadah, bahkan ingkar pada aturan Alloh. Amalannya tidak menentu, tergantung pada mood nya. Ia memiliki dua unsur yang saling tarik-menarik. Ketika ia berhasil memenangkan pertarungan itu, berarti di dalam hatinya sedang ada rasa cinta kepada Allâh, keimanan, keikhlasan dan tawakal kepada-Nya. Itulah nutrisi kehidupan hati. Di dalam hati yang sakit juga ada kecintaan kepada nafsu, keinginan dan usaha keras untuk mendapatkannya, dengki, takabbur, bangga diri, cinta jabatan dan membuat kerusakan di bumi. Inilah unsur yang menghancurkan dan membinasakan hati. Ia diuji oleh dua penyeru, yang satu menyeru kepada Allâh Azza wa Jalla dan Rasul-Nya serta hari akhirat, sedang yang lain menyeru kepada kenikmatan sesaat. Dan ia akan memenuhi salah satu di antara yang paling dekat dari dirinya:
Sebagai manusia awam …kita bisa masuk dalam golongan hati yg sakit.  Dan hal itu adalah wajar …karena sebagai manusia kita memang tidak bisa lepas dari salah dan dosa. Yang paling penting adalah ada ittikat untuk membenahi diri dan bertaubat dan tidak mengulangi kembali dosa-dosa yang telah kita lakukan.
Pada dasarnya manusia sebagai makluk yang sempurna memiliki semua sifat makluk Alloh, dalam diri manusia ada sifat malaikat (taat, tunduk, patuh, kasih sayang), ada sifat iblis/syaiton (ingkar, beringas), ada sifat hewani (serakah, tamak). Semua tumbuh sesuai dengan lingkungannya. Semua sifat tersebut tergantung bagaimana kita mengelolanya. Untuk hal tersebut maka manusia butuh kehadiran agama, sebagai aspek atau pedoman manusia dalam melangkah dan bertindak. Hal tersebut sesuai dengan firman Alloh:
 قَدۡ أَفۡلَحَ مَن زَكَّىٰهَا ٩ وَقَدۡ خَابَ مَن دَسَّىٰهَا ١٠
sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu. dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya. Asy Syams (9-10).
siapa orang yang suka mensucikan hatinya itu? Mereka lah orang-orang yang yang selalu sadar akan dosa-dosa yang telah dilakukannya dan kembali kepada jalan Alloh. Mereka lah orang-orang yang selalui rajin dan taat beribadah mengharap ridho Alloh SWT, insan yang yang selalu memperbaiki akhlaqnya, menebarkan kebaikan kepada seluruh makhluk yang ada di bumi ini. Mereka tidak menyia-nyiakan waktu dan kesempatan untuk senantiasa memperbaiki diri, sehingga menjadi insan yang lebih baik.
Sebaliknya jiwa yang kotor atau hati yang gelap adalah buah dari kesombangan diri. Cirinya adalah menolak kebenaran, acuh terhadap ajaran agama, dan menganggap agama sebagai racun atau penghalang kesukesan. Geljala lain yang muncul dari hati yang kotor ini adalah adanya kecenderungan untuk malas beribadah bahkan meninggalkannya, gemar dan ketagihan dalama kemaksiatan,
Oleh karena itu salah satu ibbrah atau pelajaran dari ibadah puasa ini adalah sebagai sarana untuk pembinaan jiwa manusia agar hati manusia kembali kepada kesucian sesuai dengan fitrahnya. Kita memang harus menyadari bahwa kita selalu dilingkupi oleh banyak tantangan dan godaan yang menyebabkan hati hati kita menjadi sakit, atau bahkan menjadi hati yang mati.
Apakah kita sudah terlambat..???? tentunya beluum, selama nafas masih berada di kerongkongan, kesempatan masih sangat terbuka lebar. Marilah kita untuk meluruskan niat kit kembali…NIAT hanya mengharap RIDHO ALLOH…bukan RIDHO pada MAKHLUK… dan menjalankan sesuai dengan apa yang diperintahkan dan tentunya menjahui semua yang dilarangnya.
Masalahnya: bagaimana hati yang bersih TETAP bersih dengan beristiqomah dalam beribadah. Tantangan: banyak gangguan dan godaaan dalam perjalan hidup.
Resep: kembali kepada ISLAM secara KAFFAH. Alloh berfirman:
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱدۡخُلُواْ فِي ٱلسِّلۡمِ كَآفَّةٗ وَلَا تَتَّبِعُواْ خُطُوَٰتِ ٱلشَّيۡطَٰنِۚ إِنَّهُۥ لَكُمۡ عَدُوّٞ مُّبِينٞ ٢٠٨
Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam scr Kaffah (keseluruhan), dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu. (Q.S. Al Baqoroh:2 (208)
Islam harus mampu dihadirkan secara nyata dalam semua aspek kehidupan sehari-hari. Islam bukan hanya sekedar label, namun harus benar-benar mewarnai dan menjadi barometer pokok dalam kehidupan. Dalam situasi terten tidak perlu menampilkan ISLM dengan bendera yang nyata cukup dengan NILAI_NILAI Islam yang disipkan dalam setiap apek kehidupan, sudah merupakan terobosan yang kuat untuk menanamkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan
Masjid harus dimakmurkan dengan berbagai aktivitas kegiatan yang positif bermakna bagi ummat. Kondisi riel masjid kita sudah mulai sepi dan lemah kegiatan, tentunya ini menjadi preseden buruk bagi generasi penerus kita. Generasi muda harus segera bangkit. Pantang menyerah, pantang putus asa.
Selain hal tersebut kita harus sadar dan segera menghidari jebakan-jebakan syetan yang menyebabkan kita sesat, jauh dari nilai-nilai agama. Jebakan2x syetan yang menyebabkan ummat Islam berpaling dari ajarannya diantaranya: Fun (hiburan), Free Sex (Pergaulan Bebas) dan  Fashion (pakaian/mode)
Selamat berjuang…Selamat Berkarya…Menuju Masa Depan yang lebih baik…!!!!
Semoga bermanfaat…!!!!

Referensi:
almanhaj.or.id
kalam.sindonews.com

Related Posted:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Featured Post

Lima Perkara Yang Tidak Boleh Ditunda Tunda

Oleh: Winarto Setiap manusia memiliki takdir kematian yang tidak mengenal usia muda ataupun tua. Tidak pula mengenal jenis kelamin baik pere...